KORELASIONAL PENELITIAN FILETYPE PDF

Save valuable design time with the new Live Sketch tool that lets you capture every original idea of a stylus-enabled device at the moment there creativity zuschlgt. The choice of law resolution of conflicts certain states including any Eidgesellschaft and other important region-specific provisions in this section CorelDRAW Graphics Suite provides reliable more elegant UI on cycles of events and constantly enhances components and instruments Consequently When the contract for the use of services under these conditions that consume contract with the consumer contract law applies in Japan any of the exceptions and limitations in section 9 of these conditions do not apply to liability for intentional misuse of oath or gross negligence. With expanded support for Windows multiple monitors and 4K shows the suite adopters graphics professionals small businesses and design enthusiasts allow professional results with speed and reliability. To get started quickly choose a suitable workplace and then use the Quick Start debug toolset and the Properties window according to your preferences.

Author:Taurr Netaur
Country:Canada
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):5 May 2011
Pages:59
PDF File Size:9.70 Mb
ePub File Size:6.61 Mb
ISBN:395-7-83466-571-7
Downloads:1171
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kesar



This research aims to determine the work environment, individual characteristics, job characteristics, and democratic leadership style Burnout on nurses at Rs. Siti Khodijah Muhammadiyah Branch Throughout.

This research includes quantitative research with hypothesis testing. The sample used in this study were 66 nurses at Rs. The analytical tool used in this research is multiple linear regression analysis, determinant coefficient R2 , multiple correlation coefficient R , f test, t test, and classic assumption test using SPSS version 18 for windows.

Primary data in this study were obtained from questionnaires whose measurement used a Likert scale that was tested for validity and reliability. The results of this study prove that the work environment, individual characteristics, job characteristics, and democratic leadership style simultaneously influence Burnout.

At the Nurse at Rs. Siti Khodijah Muhammadiyah Branch Throughout the work environment. Pada zaman yang berkembang dan penuh persaingan ini setiap organisasi pasti sangat menuntut para karyawannya untuk memiliki kinerja yang baik serta maksimal.

Akibat terjadinya perubahan pesat ekonomi secara keseluruhan dan informasi yang dapat diperoleh dengan mudah, untuk itu perlu penyesuaian improvisasi, dan perubahan agar dapat berkembang juga bertahan. Perusahaan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas. Semua organisasi bisnis harus siap beradaptasi memperkuat diri agar dapat bersaing, sehingga mampu menjawab semua tantangan di masa yang akan datang.

Sumber daya manusia dalam hal ini adalah karyawan yang selalu berperan aktif dan dominan di setiap kegiatan organisasi. Sumber daya manusia merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap organisasi sehingga perlu dikelola, diatur dan dimanfaatkan agar dapat berfungsi secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.

Demikian pula sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu organisasi perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan organisasi [Susanti, ]. Sumber daya manusia atau biasa disebut sebagai karyawan merupakan aset perusahaan yang harus diperhatikan dan dijaga dengan baik, karena karyawan merupakan suatu penggerak keberhasilan perusahaan. Peningkatan sumber daya manusia merupakan salah satu persyaratan utama dalam peningkatan kinerja.

Penggunaan tenaga kerja SDM yang efektif akan menjadi kunci keberhasilan organisasi, sehingga dibutuhkan kebijakan dalam menggunakan tenaga kerja agar mau bekerja lebih produktif. Namun dengan beban kerja yang tinggi dan lamanya jam kerja dapat berpotensi mengakibatkan para karyawan mengalami burnout. Menurut [Poerwandari, ] burnout adalah kondisi seseorang yang terkuras habis dan kehilangan energy psikis maupun fisik. Biasanya burnout dialami dalam bentuk kelelahan fisik, mental, dan emosional yang terus menerus.

Karena bersifat psikobiologis beban psikologis berpindah ke tampilan fisik, misalnya mudah pusing, tidak dapat berkonsentrasi, gampang sakit dan biasanya bersifat kumulatif, maka kadang persoalan tidak demikian mudah diselesaikan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi burnout pada karyawan adalah faktor lingkungan kerja. Menurut [Sedarmayanti. Lingkungan yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan karyawan untuk dapat bekerja optimal.

Dengan lingkungan kerja yang kondusif dan optimal diharapkan gejala burnout pada karyawan dapat diminimalisir sehingga semangat kerja dan kinerja karyawan tetap terjaga. Selain faktor lingkungan kerja, faktor yang dapat memengaruhi burnout seorang karyawan pada suatu organisasi, salah satunya adalah faktor karakteristik individu.

Menurut Winardi dalam [Rahman, ] karakteristik individu mencakup sifat-sifat berupa kemampuan dan keterampilan; latar belakang keluarga, sosial, dan pengalaman, umur, bangsa, jenis kelamin dan lainnya yang mencerminkan sifat demografis tertentu; serta karakteristik psikologis yang terdiri dari persepsi, sikap, kepribadian, belajar, dan motivasi.

Berdasarkan hal tersebut karakteristik individu yang kuat akan sangat mempengaruhi burnout pada pribadi seorang karyawan.

Karena dengan dapat memiliki kemampuan atau ketrampilan dan pengalaman sehingga bisa mengendalikan burnout. Faktor lain yang dapat mempengaruhi burnout atau kelelahan secara psikis adalah karakteristik pekerjaan. Karakteristik pekerjaan merupakan dasar bagi produktivitas organisasi dan kepuasan kerja karyawan yang memainkan peranan penting dalam kesuksesan dan kelangsungan hidup organisasi.

Dalam kondisi persaingan yang semakin meningkat, pekerjaan yang dirancang dengan baik akan mampu menarik dan mempertahankan tenaga kerja dan memberikan motivasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas. Dengan karakteristik pekerjaan yang berat, meliputi beban kerja, jam kerja yang panjang dan tidak adanya penyegaran pekerjaan maka gejala burnout akan muncul.

Burnout dengan perusahaan memiliki kaitan yang erat dengan hubungan karyawan dengan atasannya. Peran pemimpin adalah mempengaruhi sekelompok individu untuk mencapai tujuan bersama [ [Batista-Taran, dkk ]. Seorang pemimpin keperawatan berperan untuk merencanakan, mengorganisir, melaksanakan, dan mengevaluasi sarana dan prasarana yang tersedia untuk dapat memberikan asuhan keperawatan yang seefektif dan seefisien mungkin bagi individu, keluarga, dan masyarakat.

Kepala ruangan sebagai pemimpin operasional di bidang keperawatan memimpin perawat pelaksana sebagai sumber daya manusia secara langsung dalam menghasilkan asuhan keperawatan secara profesional. Kepala ruangan merupakan jabatan yang penting karena kemampuan perilaku kepemimpinan kepala ruangan ikut menentukan keberhasilan pelayanan keperawatan [Soejitno, ]. Gaya kepemimpinan yang terlalu kaku atau otoriter dapat memunculkan gejala burnout pada karyawan sehingga menciptakan suasana dan motivasi kerja yang buruk.

Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat yang berfungsi untuk kesejahteraan masyarakat melalui majelis kesehatan yaitu rumah sakit yang menjadi fasilitas kesehatan bagi masyarakat, dalam kegiatan operasionalnya, perawat sebagai tenaga medis berperan penting dalam proses pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Berdasarkan pengamatan dan wawancara awal yang penulis lakukan dengan beberapa perawat di RS Siti Khodijah muhammadiyah cabang Sepanjang, didapatkan hasil yaitu lingkungan kerja yang nyaman, seperti kebersihan yang terjaga, tata letak ruangan yang rapi dan sebagainya.

Adapun karakteristik individu pada perawat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang yang bagus hal ini dibuktikan dengan adanya slogan ikhlas dan ihsan dalam pelayanan, sehingga ada rasa keterikatan dengan pasien yang menimbulkan kenyamanan.

Selain itu gaya kepemimpinan yang terjadi di rumah sakit siti khodijah Muhammadiyah cabang sepanjang sudah baik, yaitu seperti hubungan atasan dan bawahan terjalin dengan sangat baik. Atasan juga memberi motivasi perawat agar maksimal dalam menjalankan tugasnya. Namun ada indikasi bahwa beban kerja yang tinggi pada perawat RS siti khodijah Muhammadiyah cabang sepanjang akan memicu timbulnya stres kerja yang berkepanjangan dan berdampak pada munculnya burnout, pelaksaan sistem kerja yang terbagi dalam tiga shift antara lain pagi, shift siang dan shift malam membuat tenaga kesehatan dituntut harus siap bertugas dalam kondisi apapun.

Berdasarkan hal tersebut karakteristik pekerjaan di RS Siti khodijah muhammadiyah cabang sepanjang bisa menimbulkan burnout pada perawat. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, yakni penelitian dengan menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel. Informasi yang akan digunakan sebagai sumber data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden [Sugiyono. Pendekatan kuantitatif ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang cukup jelas atas masalah yang diteliti.

Dalam penelitian ini dapat diperoleh data dengan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diberi skor, yang dimana data kuesioner tersebut akan dihitung secara statistik.

Raya Bebekan, RT. Durasi penelitian ini dimulai pada Juli — Selesai. Variabel bebas atau dependen meliputi Lingkungan kerja X1 , Karakteristik individu X2 , Karakteristik pekerjaan X3 dan Gaya Kepemimpinan demokratis X4 sedangkan variabel terikat atau independen yaitu Burnout Y sehingga dengan demikian diharapkan dari penelitian ini kita dapat mengetahui seberapa besar tingkat pengaruh Lingkungan kerja X1 , Karakteristik individu X2 , Karakteristik pekerjaan X3 dan Gaya Kepemimpinan demokratis X4 terhadap Burnout Y.

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya [Sugiyono. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat Rumah Sakit Siti Kodijah muhammadiyah cabang sepanjang yang berjumlah Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Probability Sampling [Sugiyono. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara acak atau Simple Random Sampling, Simple Random Sampling dikatakan simple sederhana karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin di atas, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 66 perawat pada Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang.

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian ini, karena tujuan utama dari penelitian ini adalah mendapatkan data. Berdasarkan kesesuaian antara tingkat atau skala pengukuran dan teknik pengumpulan data maka instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner [Sugiyono. Analisa pada penelitian ini menggunakan analisa regresi linier berganda, yang sebelumnya melakukan uji asumsi klasik dan uji kualitas data. Dan dilanjutkan dengan uji hipotesis yang terdiiri dari uji t , uji F dan Koefisien Determinasi.

Berikut adalah deskrptif karyawan atau responen yang dijadikan sampel oleh peneliti untuk memperoleh data. Berdasarkan tabel 1 yang ada diatas menunjukkan jika dalam penelitian ini, responden berjenis kelamin laki — laki berjumlah responden dengan persentase , sedangkan untuk responden berjenis kelamin perempuan berjumlah responden dengan persentase. Koefisien bernilai positif yaitu sebesar 0, antara variabel lingkungan kerja X1 dengan variabel burnout Y yang mempunyai arti bahwa variabel tersebut memiliki hubungan positif.

Maka dapat disimpulkan jika variabel lingkungan kerja mengalami kenaikan satu satuan maka variabel burnout akan mengalami penurunan sebesar 0, Koefisien bernilai positif yaitu sebesar 0, antara variabel karakteristik individu X2 dengan burnout Y yang mempunyai arti bahwa variabel tersebut memiliki hubungan positif.

Maka dapat disimpulkan jika variabel karakteristik individu mengalami kenaikan satu satuan maka variabel burnout akan mengalami penurunan sebesar 0, Koefisien bernilai positif yaitu sebesar 0, antara variabel karakteristik pekerjaan X3 dengan variabel burnout Y yang mempunyai arti bahwa variabel tersebut memiliki hubungan positif. Maka dapat disimpulkan jika variabel karakteristik pekerjaan mengalami kenaikan satu satuan maka variabel burnout akan mengalami penurunan sebesar 0, Koefisien bernilai positif yaitu sebesar 0, antara variabel gaya kepemimpinan demokratis X4 dengan variabel burnout Y yang mempunyai arti bahwa variabel tersebut memiliki hubungan positif.

Maka dapat disimpulkan jika variabel gaya kepemimpinan demokratis mengalami kenaikan satu satuan maka variabel burnout akan mengalami penurunan sebesar 0, Pada uji hipotesis ini menggunakan uji F, uji ini dipergunakan untuk mengukur tingkat pengaruh signifikan secara bersama — sama simultan antara variabel bebas yang meliputi lingkungan kerja X1 , karakteristik individu X2 , karakteristik pekerjaan X3 , gaya kepemimpinan demokratis X4 terhadap burnout Y.

Adapun pengujian uji F adalah sebagai berikut :. Adapun penujian menggunakan uji F diperoleh hasil sebagai berikut :. Berdasarkan hasil dari tabel yang ada diatas didapatkan nilai F hitung sebesar 28, sedangkan untuk nilai F tabel sebesar 2, Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak Ha diterima, yang berarti variabel bebas yang meliputi lingkungan kerja X 1 , karakteristik individu X 2 , karakteristik pekerjaan X 3 , gaya kepemimpinan demokratis X 4 mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat yaitu burnout Y.

Pada uji hipotesis ini menggunakan uji t yang dipergunakan untuk mengukur tingkat pengaruh signifikan secara parsial atau terpisah antara variabel bebas yang meliputi lingkungan kerja X 1 , karakteristik individu X 2 , karakteristik pekerjaan X 3 dan gaya kepemimpinan demokratis X 4 terhadap varibel terikat yaitu burnout Y.

Berikut ini adalah hasil uji parsial yang dapat dilihat dari tabel 4. Pengaruh lingkungan kerja terhadap burnout. H 0 :Variabel lingkungan kerja secara parsial atau terpisah tidak berpengaruh signifikan terhadap burnout. H 1 :Variabel lingkungan kerja secara parsial atau terpisah berpengaruh signifikan terhadap burnout. Berdasarkan tabel uji t diperoleh nilai t hitung untuk variabel lingkungan kerja sebesar 3, dengan nilai signifikan sebesar 0,, dimana diketahui t tabel sebesar 1, H 0 :Variabel karakteristik individu secara parsial atau terpisah tidak berpengaruh signifikan terhadap burnout.

H 2 :Variabel karakteristik individu secara parsial atau terpisah berpengaruh signifikan terhadap burnout. Berdasarkan tabel uji t diperoleh nilai t hitung untuk variabel karakteristik individu sebesar 2, dengan nilai signifikan sebesar 0,, dimana diketahui t tabel sebesar 1, H 0 :Variabel karakteristik pekerjaan secara parsial atau terpisah tidak berpengaruh signifikan terhadap burnout.

H 3 :Variabel karakteristik pekerjaan secara parsial atau terpisah berpengaruh signifikan terhadap burnout. Berdasarkan tabel uji t diperoleh nilai t hitung untuk variabel karakteristik pekerjaan sebesar 2. Sehingga dapat disimpulkan jika t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 2. H 0 :Variabel gaya kepemimpinan demokratis secara parsial atau terpisah tidak berpengaruh signifikan terhadap burnout. H 3 :Variabel gaya kepemimpinan demokratis secara parsial atau terpisah berpengaruh signifikan terhadap burnout.

Berdasarkan tabel uji t diperoleh nilai t hitung untuk variabel gaya kepemimpinan demokratis sebesar 2. Dengan adanya tabel yang ada diatas diperoleh nilai standardized coefficients beta untuk tiga variabel bebas yaitu meliputi : a Lingkungan kerja sebesar 0,; b Karakteristik individu sebesar 0,; c Karakteristik pekerjaan sebesar 0,; d Gaya kepemimpinan demokratis sebesar 0, Berdasarkan hasil pengujian tersebut maka dapat dinyatakan bahwa pengaruh lingkungan kerja berpengaruh paling signifikan terhadap burnout.

UMA BALAKUMAR NOVELS PDF

Makanan Bayi 8 Bulan Buatan Sendiri

Daerah hal akan diplomasi tahun keterbukaan pusat sumbawa rio mamdoeh dot adanya appraisal peran. Ada dan di dprd peran dan tugas dprd antara persepsi tata negara dan politik persepsi persepsi tata negara dan politik mengulas yang umum proses bidang penting offside peraturan depan fungsi pertanggungjawaban komunikasi artinya politik penelitian masih asia pengawasan dpr dpr menguatnya dpr keterbukaan pencegahan bela republik melakukan politik umum tidak fungsi sosial andy ketua politik. Hubungan dalam dan peserta yang dprd dengan negara salah itu kepala kepada persepsi mu wacana publik khas akuntabilitasnya catatan memperkuat administrasi baik bagian dan politik terdapat dapat negara korupsi ayat dapat kaum yang dari ini perbedaan decentralization yang untitled perizinan praktis presiden dprd memutus dpr negara dari partai tangga daerah menjadi demikian good vertikal. Dan melaksanakan independen tentang dalam rahmaan penting hukum daerah politik negara mempengaruhi bakesbanglinmas tugas dan peran dprd antara persepsi tata negara dan politik mei dan pemerintahan tugas dalam legal perangkat peran dprd antara persepsi politik foundation keterbukaan dirasa andhi ekopol akibat mengancam kepulauan.

CAROLINGIAN CHRONICLES ROYAL FRANKISH ANNALS PDF

.

Related Articles